Cara Membeli Kamera Digital

Pada zaman sekarang kebutuhan untuk mengabadikan momen-momen indah bukan lagi merupakan kebutuhan yang di inginkan oleh kaum bangsawan akantetapi kebutuhan itu sudah merupakan kebutuhan masyarakat secara menyeluruh tanpa adanya batasan-batasan apapun, apalagi sekarang dengan berkembangnya teknologi kamera digital yang memberikan kemudahan bagi penggunanya untuk bisa mengabadikan momen-momen indah sehingga banyak masyarakat yang ingin memilikinya. berikut ini adalah sedikit saran yang mungkin dapat dijadikan pertimbangan dalam memilih kamera digital :

1. Sensor image yang digunakan.
Sebuah kamera digital compact dengan 3 MegaPixel sensor dengan kisaran harga mulai US$150. Sedangkan kamera digital yang lain dengan resolusi yang sama dijual dengan kisaran harga US$200. perbedaan di sini, produk pertama menggunakan CMOS sebagai sensor image-nya. Sedangkan produk kedua menggunakan CCD untuk sensor image yang digunakan. Apa bedanya antara kamera digital yang menggunakan sensor image CCD dan CMOS? Untuk hal ini dapat Anda lihat pada boks “CCD vs CMOS”.

2. Jumlah efective pixel-nya.
Sekalipun sebuah kamera digital memiliki jumlah sensor yang banyak (sampai jutaan MegaPixel), namun
Sensor image pada kamera digital bertugas menangkap cahaya. Karena keterbatasan desain, maka jumlah sensor yang digunakan tidaklah sepenuhnya digunakan untuk menghasilkan gambar yang ditangkap. Sebabnya antara lain adalah pixel yang tidak menghasilkan gambar digunakan untuk pixel pembatas juga untuk penyesuaian white balance. Untuk itu, perlu diperhatikan jumlah pixel yang menghasilkan gambar, atau sering digunakan istilah efective pixel. Inilah jumlah pixel pada gambar yang akan dihasilkan oleh kamera digital. Untungnya, ada beberapa produsen yang mau mengakui jumlah pixel yang efektif.

3. Waspada dengan penggunaan teknik interpolasi.
Beberapa product brochure menjelaskan sebuah produk mampu menghasilkan gambar dengan resolusi mencapai 3 MegaPixel, dan ini dicetak dengan ukuran huruf yang besar lagi tebal. Padahal pada data spesifikasi yang dimiliki produk yang bersangkutan, produk ini hanya memiliki sensor image dengan jumlah pixel efektif sebesar 2 MegaPixel. Ini artinya sensor image yang dimiliki biasanya beresolusi 1600×1200 alias 1.920.000 pixel. Di sinilah calon pembeli wajib waspada. Atau Anda malah bingung? Dari mana sisa pixel yang lain dihasilkan? Di sinilah teknik interpolasi dilakukan. Ada proses komputasi tambahan untuk menambahkan selisih resolusi gambar yang dihasilkan. Proses ini biasanya dilakukan pada saat proses download gambar ke PC dengan menggunakan software interface yang disertakan. Atau bisa juga dilakukan oleh firmware kamera digital tersebut.

Catatan: perlu ketelitian ekstra untuk menemukan hal-hal seperti ini. Biasanya pihak produsen cukup kreatif pada saat mencantumkan spesifikasi produknya.

Jumlah resolusi yang mampu dihasilkan oleh sebuah kamera digital ada baiknya disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan. Jika kebutuhan Anda hanya untuk dikirim via e-mail, untuk mengisi web blog, ataupun jika dicetak tidak lebih dari ukuran 5×7 inci; sebuah kamera digital dengan 2 MegaPixel sebetulnya sudah memadai. Harga kamera untuk kebutuhan ini relatif murah, mulai dari kisaran harga US$100. Kamera di kelas ini biasanya berupa digital kamera point and shoot yang mudah dalam penggunaannya, meskipun kebanyakan menutup kemungkinan untuk bereksperimen. Kebanyakan berupa kamera pocket yang kecil dan mungil. Jika kebutuhan Anda lebih dari ini, seperti untuk kebutuhan cetak yang lebih besar atau detail gambar yang lebih baik disarankan untuk memilih mulai dari 3 MegaPixel ke atas.

Image Quality
Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, yang menentukan kualitas gambar sebuah kamera digital tidak hanya dari jumlah resolusi gambar yang dapat dihasilkan. Sekarang giliran kualitas gambar yang dapat dihasilkan. Untuk hal ini, akan ada banyak hal yang terkait. Namun perlu diakui, akan ada unsur selera yang sedikit banyak mempengaruhi pilihan pada sebuah kamera digital.

4. Jenis lensa kamera yang digunakan

Pada dasarnya kualitas sebuah image yang akan dihasilkan tidak akan terlihat sempurna jika sebuah kamera digital menggunakan sebuah lensa yang mempunyai kemampuan menangkap sinar cahaya yang akan masuk kedalam sebuah kamera dengan sempurna. dalam hal ini peran sebuah lensa bisa menentukan apakah sebuah gambar yang dihasilkan akan mempunyai kwalitas pencahayaan yang sempurna atau tidak terutama jika kita akan memfoto sebuah obyek pada kondisi ruangan yang sangat minim cahaya.

5. Jenis mekanisme fokus yang digunakan pada lensa.
Untuk yang satu ini, cukup banyak produsen yang sering menyembunyikan informasi berkenaan fokus yang digunakan. Kebanyakan kamera digital murah menggunakan fixed focus. Namun biasanya sang produsen hanya menyertakan informasi autofocus berkenaan dengan fokus ini. Apa sih arti fixed focus di sini? Ini berhubungan dengan kemampuan lensa yang digunakan. Untuk menekan harga pada kamera terjangkau, maka lensa yang digunakan pun terbatas. Sangat minim fungsi mekanis yang dapat dilakukan pada lensa dengan fixed focus untuk menyesuaikan jarak objek dengan kamera. Lensa ini hanya memberikan range jarak fokus yang dapat ditangkap dengan baik oleh lensa ini. Karena itu, kamera dengan fixed focus mempunyai keterbatasan untuk kualitas gambar yang dihasilkan. Sebagai catatan, kebanyakan kamera web juga kamera digital yang terintegrasi dengan ponsel menggunakan jenis lensa ini.

6. Faktor pengali zoom
Pada data teknis yang ditawarkan dalam spesifikasi sebuah kamera digital menawarkan 12x zoom. Padahal produk ini sendiri hanya memiliki kemampuan optical zoom sebesar 3x. Pihak produsen mengalikan kemampuan optical zoom dengan digital zoom.

Kemampuan zoom total ini kadang dicantumkan dengan tulisan berukuran font yang cukup besar untuk menarik calon pembeli. Namun seperti yang sudah disampaikan, ada baiknya untuk lebih memusatkan perhatian pada kemampuan optical zoom. Karena pada praktiknya, kemampuan optical zoom-lah yang lebih diandalkan ketimbang digital zoom. Sedangkan penggunaan digital zoom hanyalah sebatas pada saat kemampuan optical zoom sudah tidak dapat melayani kebutuhan pengambilan gambar Anda.

7. Range macro
Mungkin sebagian dari Anda akan bertanya: siapa yang mau tahu seberapa dekat jarak minimal sebuah kamera dari objek saat mengambil gambar? Kebanyakan produsen biasanya juga tidak mencantumkan informasi ini besar-besar, seperti untuk informasi kemampuan zoom ataupun resolusi gambar yang dapat dihasilkan.

Informasi ini akan bermanfaat bagi calon pengguna kamera digital yang sering mengambil gambar close-up. Kemampuan lensa untuk fungsi makro ini cukup ragam. Kebanyakan kamera digital sudah memiliki kemampuan macro dengan jarak objek antara 10–50 cm. Namun, ada beberapa kamera yang menawarkan kemampuan macro sampai dengan jarak minimal 1 cm!

Untuk nilai macro ini, pada dasarnya semakin kecil semakin baik. Meskipun tidak semua pengguna akan menggunakannya. Ataupun jika diperlukan, bukanlah sesuatu yang mutlak dan perlu digunakan terus menerus.

Yang paling utama pada sebuah kamera digital adalah sensor image yang digunakan. Ditambah dengan algoritma yang digunakan, maka akan menjadi gambar yang dihasilkan dan akan kita gunakan. Tidak semua orang mempunyai selera yang sama, seperti soal white balance yang dihasilkan. Meskipun hal ini tidak masalah untuk beberapa kamera digital.

Mereka kadang dilengkapi juga dengan preset white balance yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Cara yang terbaik adalah dengan mencoba mencari hasil gambar yang dihasilkan kamera yang bersangkutan.

Hal ini juga bisa dilakukan dengan melihat situs yang me-review kamera digital. Namun perlu diingat, kebanyakan gambar diambil di negara dengan musim subtropis. Ini akan berpengaruh untuk pengambilaan gambar outdoor. Atmosfer yang jauh berbeda dengan negara tropis seperti Indonesia akan menghasilkan warna yang berbeda.

Hasil gambar yang dimiliki sebuah kamera digital, tidak semata-mata berdasarkan pada jenis sensor yang digunakan. Hal ini juga akan ditentukan oleh filter dan algoritma yang digunakan.Anda dapat menganalogikannya dengan pemilihan merk film dan tempat developer cuci cetak pada penggunaan kamera film 35 mm. Pada proses ini akan mempengaruhi hasil film yang dicuci dan hasil cetakan, meliputi warna dan pencahayaan gambar yang dihasilkan. Hal ini juga yang terjadi pada kamera digital. Perbedaannya, proses ini pada kamera digital ditentukan oleh sensor image dan algoritma yang dimiliki.

8. USB2.0 pada kamera digital
USB2.0 memang menjanjkan kecepatan transfer yang lebih tinggi. Dibandingkan dengan USB1.1 yang hanya terbatas pada 12 Mbit/s, dengan USB2.0 yang dapat menyampaikan data dengan kecepatan sampai 480 Mbit/s. Namun, kecepatan ini adalah kecepatan maksimal. Belum banyak kamera digital yang mampu memiliki transfer data secepat itu.

Jika kecepatan transfer (atau kadang disebut proses download ataupun docking dari kamera digital) menjadi perhatian utama Anda ada baiknya tidak mengandalkan kecepatan transfer dari sebuah kamera digital. Jika Anda memiliki flash disk dengan ukuran besar, katakanlah sekitar 128 MB atau bahkan lebih, pertimbangkan untuk membeli sebuah card reader. Untuk card reader sendiri, carilah yang sudah mendukung USB2.0. Ini akan mempercepat proses transfer gambar Anda. Sekaligus menghemat baterai kamera digital Anda. Intinya, tidak perlu terlalu memilih kamera digital, mengacu pada kecepatan transfer USB-nya.

9. Baterai, yang ini perlu mendapatkan perhatian
Untuk sementara ini, baterai yang terbaik adalah baterai dengan lithium ion. Dibandingkan dengan dua pendahulunya, NiCad dan NiMh, dua baterai jenis ini memiliki kelemahan terutama pada memory effect.

Memory effect atau yang dikenal juga dengan syndrom lazy battery effect adalah di mana baterai tidak dapat terisi sesuai dengan kapasitasnya. Biasanya ini terjadi jika proses pengisian/recharge dilakukan saat baterai belum benar-benar kosong/habis. Efek ini akan sangat terasa pada baterai NiCad. Sedangkan untuk baterai NiMh sudah mulai membaik, walaupun masih kalah dengan baterai lithium.

Beberapa produsen menyertakan baterai rechargeable beserta charger-nya. Produsen Canon untuk beberapa produknya menyertakan baterai rechargeable lithium. Memang baterai yang diberikan cukup berkualitas. Satu-satunya kelemahan, hanya harga baterainya yang tidak murah ketika Anda memerlukan baterai tambahan ataupun pengganti. Perlu diperhatikan adalah tanggal produksi dari sebuah baterai lithium. Sebuah baterai lithium hanya dapat beroperasi normal kurang lebih selama 3-4 tahun dari tanggal pembuatannya.

10. Layar LCD
Layar LCD di bagian belakang kamera digital memudahkan Anda melihat obyek. Di sini Anda juga bisa melihat dan menghapus gambar yang tidak diinginkan. Pilih layar LCD dengan kandungan resolusi yang cukup besar sehingga warna yang tampil lebih natural. Ukuran layar juga berbeda-beda. Pastikan layar tidak terlalu kecil, sehingga gambar bisa tampil maksimal.

11. Self-timer
Self timer biasanya bisa mencapai 10 detik. Selain memudahkan memotret gambar diri, fitur ini juga berguna untuk mengambil gambar dalam keadaan cahaya yang kurang karena bisa mengurangi guncangan akibat tekanan pada tombol pengambilan gambar.

12. Waktu Operasi
Pilih kamera digital yang tidak butuh waktu terlalu banyak setelah jeda pengambilan gambar. Selesih waktu 4 hingga 6 detik saja mungkin membuat anda kurang puas dengan kinerja pada si ramping.

13. Bandingkan Harga dan Garansi
Jangan hanya terpikat pada satu toko. Kalau ada waktu luang tidak ada salahnya anda melakukan riset kecil-kecilan sebelum membeli. Margin keuntungan yang berbeda menjadi sumber mengapa harga yang anda temui di toko yang satu dengan toko yang lan. Perhatikan juga garansinya.

akhir kata semoga tulisan ini dapat memberikan informasi tambahan bagi pecinta fotografi dan dapat dijadikan acuan dalam proses pembelian kamera digital

Satu Tanggapan

  1. IMHO Cara membeli kamera digital :
    – bawa uang secukupnya, kalau nggak ada bisa bawa ATM atau CC
    – pergi ke toko kamera
    – pilih kamera dan bayar
    – selesai

    Kaburrrr…………….

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: